The Best Fashion for you




Titin Yeni, Pemilik Rumah Kebaya Galery Antik & Batik

Ibu Rumah Tangga yang bisa menjadi pengusaha butik kelas atas

- omset Rp 135 juta/Bulan


Hobinya menjahit ternyata menjadi jalan menuju kesuksesannya. Dari hobinya ini ia juga ikut memngangkat batik pesisir, dari kota Cirebon, Indramayu, Pekalongan dan Madura.Produknya yang handmade diminati sampai ibu-ibu pejabat. Bagaimana kisahnya meraih sukses?


Banyak orang yang sukses karena hobi. Begitu juga Titin Yeni. Setelah lulus SMA Muhammadiyah Cirebon, dia ditaksir oleh seorang pria yang bernama Aris Munandar yang kala itu sedang pulang kampung ke Cirebon. Aris mengetahui kalu Yeni menyukai bidang jahit, karena itu dia menyuruh Yeni mengikuti kursus jahit di kampungnya. Yeni sangat menyukai ide tersebut dan tak ragu mengikuti permintaan Aris. Tak lama setelah lulus, Yeni bekerja di salah satu toko tekstil di Cirebon sambil menerima jahitan. kemudian Yeni disuntung oleh Aris sekitar tahun 1988 dan pindah ke Jakarta. Ketika berumah tangga, Yeni yang tinggal dirumah kontrakan Muara Karang Jakarta Utara bekerja di perusahaan konveksi setempat. Tak lama, karena sang suami harus ikut atasannya pindah kerja di puncak Bogor, Yeni pun turut menyertainya. Di tempat baru Yeni malah mendapat pekerjaan, yaitu menjadi kasir di tempat kerja sang suami.

Yeni yang hobi menjahit ini, sama sekali tidak menyukai pekerjaan baru tersebut. Beruntunglah adik atasan suaminya, yang akrab dipanggil Bu Mira, memiliki usaha butik. Bu Mira Merupakan lulusan sekolah mode terkenal yakni Susan Budihardjo. Setelah di perkenalkan dengan Bu Mira, Yeni diterima sebagai asisten desainer untuk membantu proyek-proyek yang didapat Bu Mira. Karena proyek lebih banyak di Jakarta, Yeni memutuskan pindah ke Jakarta tahun 1994. Sedangkan sang suami dan 1 orang anaknya menetap di Puncak.

Selama menekuni pekerjaan asisten desainer, Yeni punya mimpi ingin mengikuti jejak Bu Mira. "Paling tidak lima tahun saya harus belajar dari beliau. Saya banyak belajar dari beliau dan temannya tentang bagaimana melayani tamu, mengenal karakter orang dan bagaimana membuat potongan pakaian supaya enak di pakai", cetus wanita kelahiran Jakarta, 8 Desember 1968 ini.


Di tahun 1996 sang suami terkena PHK dari perusahaan dan berkumpul kembali bersama Yeni dan putranya di Jakarta. Saat krisis tahun 1998, Yeni dan suami berpikir, untuk bisa mempunyai usaha sendiri dengan mengembangkan keahlian. Sembari bekerja di butik Bu Mira, Yeni kerap menerima pesanan jahit pakaian dari pelanggan toko pakaian Alta Moda. "Di jakarta model pakaian sangat cepat berkembang dan menarik ( Keren _ RED), jadi saya sangat senag berkreasi disini," tutur yeni.



Sumber: Tabloid
Peluang Usaha
Referensi berwirausaha
Edisi : 01.Th V.2009
Edisi Khusus volume I



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer